SPBU Ma'soem Group

Jl.Cileunyi, Cileunyi Kulon, Bandung - Jawa Barat (40622)

History Product

History

Berawal dari penjual minyak eceran H. Ma'soem membeli minyak tanah dari warung Cina itu sebanyak satu blek atau 20 liter, kemudian dijual secara eceran di warungnya sendiri. Ternyata berjualan minyak tanah cukup menjanjikan. Dalam setiap harinya selalu saja habis. Konsumen yang tadinya membeli dari warung lain pun beralih ke warung Ma’soem, lalu mereka menjadi langganan. Ma’soem yang ramah dan murah senyum berhasil memikat para konsumennya.

Di luar itu, Ma’soem selalu menyedekahkan keuntungan bisnisnya setiap hari sebanyak 10%. Setiap sore hari atau malam hari, Ma’soem menghitung keuntungan bisnisnya, kemudian dia pisahkan dari modalnya. Dari setiap keuntungannya itulah, Ma’soem sedekahkan 10%-nya. Cara sedekah Ma’soem cukup unik. Secara diam-diam, Ma’soem mendatangi masjid atau mushola yang ada di daerah Rancaekek, kemudian dia mencari kotak amal masjid itu dan memasukkan uang di dalamnya tanpa sepengetahuan siapa pun. Pernah juga Ma’soem menaroh uang di bawah karpet masjid, tujuannya agar nanti ditemukan oleh petugas masjid dan dimasukan ke dalam kotak amal masjid. Selain itu, Ma’soem juga selalu membantu orang-orang lemah yang ada di sekitarnya dengan memberi sedekah semampunya. Uniknya, sedekah yang ia berikan dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Ia tidak mau sedekahnya diketahui orang. Cukup hanya Allah sajalah yang melihatnya.

Sedikit demi sedikit usaha Ma’soem bisa menjadi tumpuan. Ma’soem terus berupaya agar warungnya semakin banyak dikunjungi konsumen. Biasanya Ma’soem menjual minyak tanah 20 liter perhari dan itu pun ngambil dari pedagang Cina. Setelah usahanya mulai maju, Ma’soem langsung membeli minyak tanah dari agen besar di Cikudapateuh Bandung sebanyak 200 liter. Volume penjualan minyak tanah di warung Ma’soem terus merangkak naik. Keberhasilan Ma’seom dalam menjual minyak tanah memikat hati Mr. De Buy, Kepala BPM (Bataafsche Petroleum Mastschappij), sebuah perusahaan minyak milik Belanda yang didirikan sejak kolonial dulu, yang kemudian dinasionalisasi oleh pemerintah RI berubah nama menjadi PERMINA atau Perusahaan Minyak Nasional, lalu berubah lagi menjadi PERTAMINA atau Perusahaan Tambang dan Minyak Nasional.

Akhirnya, Ma’soem diangkat oleh Mr. De Buy menjadi agen minyak tanah, membawahi daerah Cileunyi, Rancaekek, Cicalengka, dan Sumedang. Sejak itulah, usaha Ma’soem maju pesat dan berkembang di seluruh Kota Bandung dan sekitarnya. Bahkan kini, Ma’soem bukan hanya memiliki SPBU, tetapi juga memiliki yayasan, lembaga pendidikan, apotik, poliklinik, dan sebagainya.

Tahun 2001, Ma’soem meninggalkan dunia ini. Spirit Ma’seom dalam memberi dan sedekah telah merubah kondisi dirinya, keluarganya dan masyarakat sekitarnya. Walau Ma’soem telah tiada, namun namanya akan selalu dikenang sebagai orang yang dermawan dan ahli sedekah, baik oleh anak-anaknya, cucu-cucunya, maupun masyarakat sekitarnya.

Back